BAB III
LCD MONITOR TRAINER
3.1 PENGERTIAN LCD SECARA UMUM
LCD atau liquid crystal display merupakan modulator amplitudo optical elektronik yang di realisasikan dalam bentuk tipis, layar datar, tampilan warna jelas dan tajam yang disusun di depan sumber cahaya atau reflektor. LCD dapat menghemat energi karena menggunkan tegangan listrik yang sangat kecil.
Menurut sumber lain, LCD dapat di artikan sebagai sebuah komponen pendukung praktik mikrocontroller. Pada keluaran komponen ini bisa menampilkan tulisan atau data secara visual. LCD sekarnag ini telah banyak digunakan pada perangkat-perangkat elektronik seperti; layar Handphone, Monitor Note Book, PDA, dan sebagai monitor komputer sebagai pengganti monitor tabung.
3.2 JENIS-JENIS LCD
A. LCD monitor
LCD monitor adalah suatu perangkat elektronik yang dapat menmpilkan data secara . visual. Berikut adalah contoh LCD monitor tife LG L1953S
@. fungsi LCD monitor
sebagai tampilan untuk menampilkan data dari komputer secara visual baik berupa gambar, tulisan dan sebagai nya.
@. kelebihan LCD monitor dengan monitor lain nya.
1. bentuknya keciil dan ramping hingga tidak memakan tempat dan ruang.
2. dengan ukuran yang kecil dan ringan dapat memudahkan untuk di bawa kemana-mana.
3. gambar yang ditampilkan lebih jernih dan tajam.
4. menghemat energi listrik, karena LCD monitor hanya sedikit menggunakan daya listrik di bandingkan dengan monitor tabung biasa.
5. intensitas cahaya yang ditampilkan lebih rendah dari monitor biasa, hingga dapat menghindari kerusakan pada mata akibat cahaya yang di tampilkan monitor.
@. kekurangan LCD monitor.
Selain mempunya banyak kelebihan, LCD monitor juga mempunya beberapa kekurangan yaitu harga nya relatif lebih mahal di bandingkan dengan monitor biasa.
B. Monitor Note Book
yaitu monitor yang di sajikan dalam bentuk yang praktis dan mudah dibawa kemana- mana. Monitor ini juga menggunakan layar LCD. Contoh nya “laptop”.
C. PDA
yaitu monitor mini yang bisa di operasikan dengan cara di sentuh bagian layar nya untuk mengendalikan dan menampilkan menu-menu nya. LCD ini juga sering di sebut dengan “layar sentuh.”
D. Layar Handphone
yaitu LCD berbentuk tipis dan kecil yang di gunakan sebagai layar tampilan pada handphone
3.3 PENGERTIAN LCD MONITOR TRAINER
Sebelum membahas bagaimana proses pembuatan LCD monitor trainer, kita harus mengetahui apa trainer itu
1. Pengertian trainer
. Trainer adalah alat peraga yang berfungsi sebagai media untuk pembelajaran atau media edukasi yang pada umum nya di manfaatkan oleh sekolah-sekolah kejuruan atau perguruan tinggi.
2. Pengertian LCD monitor trainer
LCD monitor trainer adalah suatu alat atau media pembelajaran elektronik yang di fungsikan untukm mengetahui cra kerja dan troble shoting LCD monitor.
3. Manfaat LCD monitor trainer
sebagai alat peraga untuk mengetahui cara kerja dan troble shoting pada LCD monitor, dan di jadikan sebagai media pembelajaran untuk menunjang ilmu pengetaj\huan dan teknologi, khusus nya di bidang elektronika. Dengan ada nya trainer ini di harapkan bisa memberikan pengetahuan bagi para pelajar, mahasiswa atau pun bagi pengguna LCD monitor trainer ini hingga apabila terjadi kerusakan pada LCD monitor maka dapat di ketahui sumber kerusakan nya.
3.4 PROSES PEMBUATAN LCD MONITOR TRAINER
Dalam proses pembuatan LCD monitor trainer, ada beberapa tahap pengarjaan yang harus dilakukan yaitu:
1. Peroses Pembuatan Base
@. bahan base
base terbuat dari baha melamin atau papan yang terbuat dari serbuk kayu yang telah di beri zat perekat dan zat pengawet hingga base tersebut kokoh dan kuat.
Adaun ukuran base tersebut adalah:
@ ukuran base
tebal : 2 cm
lebar permukan : 42 cm
tinggi base bawah : 17 cm
tinggi base atas : 34 cm
2. Setting LCD Monitor ke Base
berikut adalah cara pemasangan LCD ke base.
Setelah base telah selesai di kerjakan, langkah berikutnya adalah memasang LCD monitor ke base. Sebelum di pasang LCD monitor tersebut di pasang alumanium dan di secrew pada setiap sisi-sisi nya agar LCD tersebut bisa merekat dengan kuat di base.
3. Setting PCB untuk block diagram
langkah-langkah setting PCB block diagram:
1. PCB di potong berbentuk persegi panjang dengan ukuran 45 cm x 35 cm.
2. pembuatan film untuk layout di kerjakan di ruangan Research And Development
Departmen R&D. Di R&D ini lah para teknisi melakukan penelitian dan merancang suatu alat menjadi sebuah trainer. Separti pembuatan layout, block diagram dan gambar panduan wiring.
3. penyablonan PCB block diagram.
PCB di sablon di printing area. Proses penyablonan ini di tangani oleh operator yang sudah berpengalaman. PCB tersebut di sablon sesuai dengan film yang telah di buat tim R&D.
4. plating PCB block diagram
plating yaitu proses pelapisan timah pada tembaga yang tedapat di layout dengan tujuan untuk memudahkan proses penyolderan. berikut adalah contoh plating block diagram yang telah selesai di kerjakan.
5. pemasangan lexun
setelah melewati proses plating dan penyablonan, maka PCB block diagram dipasang lexun agar menutupi permukaan PCB block diagram dan untuk mengetahui skematik beserta sistem kerja block diagram tersebut.
6. pengeboran
PCB yang telah dipasang lexun di bor sesuai dengan letak komponen. Lubang pengeboran harus di sesuaikan dengan ukuran kaki-kaki komponen yang terdapat pada pcB block diagram.
7. pemasangan komponen
adapun komponen-komponen yang dipasang pada pcb block diagram yaitu; led, jumper, resistor dan miiatur swicth.
8. wiring block diagram
yaitu proses pemasangan kabel ribbon atau sering di sebut kabel pelangi pada PCB block diagram. Dalam proses wiring ini ketelitian sangat diperlukan agar mendapatkan hasil yang memuaskan.
9. Gambar block diagram yang telah selesai di kerjakan
4. Pemasangan relay board
a. Pengertian relay board
Relay merupakan rangkaian yang bersifat elektronis sederhana yang tersusun oleh saklar, medan elektromagnet(kawat koil), dan poros besi.
b. Cara kerja relay
cara kerja relay di muali pada saat menglirnya arus listrik melalui koil, lalu membuat medan magnet di sekitarnya sehingga merubah posisi saklar dan menghasilkan arus listrik.
c. Pemanfaatan relay
komponen sederhana ini bisa digunakan sebagai komponen dasar perangkat elektronika separti; lampu kendaraan bermotor, jaringan elektronika, telavisi, radio, dan bahkan pada tahun 1930 pernah digunakan sebagai perangkat dasar komputer yang sekarang keberadaaan nya telah digantikan prosessor.
d. Keuntungan relay
@. Dapat mengontrol sendiri arus sesuai dengan kapasitas yang di perlukan.
@ dapat memaksimalkan besarnya tegangan listrik hingga mencapai atas maksimalnya.
@. penggunaan saklar dapat di sesuaikan, hingga bisa memasang lebbih dari dua saklar.
e. Bagian relay
relay terdiri dari tiga (3) bagian utama yaitu:
a. koil : lilitan dari relay.
b. common : bagian yang tersambung dengan Normally Closed (NC) dalam keadaan normal.
c. kontak : terdiri dari Normally Closed (NC) yaitu saklar dari relay yang dalam keadaan normal atau tidak di beri tegangan terhubung dengan common. Dan Normally Open (NO) yaitu saklar dari relay apabila tidak di beri tegangan atau dalam keadaan normal tidak terhubung ke common.
f. Bengetahui bagian relay
cara mengetahui bagian relay ada dua cara yaitu:
a. dengan melihat langsung bagian dalam dari relay tersebut.
b. dengan menggunakan multimeter (ohm)
g. Cara mengetahui keadaan relay
untuk mengetahui keadaan relay tersebut masih berfungsi atau tidak. Maka dapat dilakukan dengan cara memberikan tegangan yang sesuai pada bagian koilnya. Jika kontaknya masih bekerja maka NC kontak menjadi NO kontak atau NC menjadi NO. jika berlaku ketentuan tersebut maka dapat di katakan bahwa keadaan relay tersebut masih dalam keadaan baik.
h. prinsip penggunaan relay
jika menginginkan rangkaian ON pada saat belum diberi tegangan pada relay, maka hubungkan rangkaian yang telah diputus dengan bagian Common dan Normally Closed (NC). Dan jika menginginkan rangkaian OFF pada saat sebelum diberikan tegangan maka hubungkan rangkaian dengan bagian Common dan Normally Open (NO).
i. jenis-jenis relay
ada lima jenis relay yang umum digunakan yaitu;
a. SPST : Single Pole Single Throw.
Yaitu saklar yang mengunakan satu switch
b. SPDT : Single Pole Double Throw.
Terdiri dari lima buah pin. Dua buah koil, satu buah common, dan dua kontak yang terdiri dari NO dan NC.
c. DPST : Double Pole Single Throw
setara dengan dua buah saklar atau relay SPST.
d. DPDT : Double Pole Double Throw,
yaitu setara dengan 2 buah relay SPDT.
e. QPDT : Quadruple Pole Double Throw,
setara dengan 4 buah saklar atau relay SPDT yang terdiri dari 14 buah pin.
Dalam proses pembuatan trainer relay sangat berperan penting, karena ia berfungsi sebagai pemutus rangkaian secara otomatis. Di PT Labtech Penta International membuat berbagai macam trainer dengan mengunakan jenis relay DPDT, yaitu relay yang terdiri dari 8 buah pin. 2 buah koil, 2 buah common dan dan 4 buah kontak yang terdiri dari NO dan NC.
j. Wiring relay
yaitu proses pemasangan kabel pelangi atau ribon rainbow pada relay. Pemasangan kabel ini di sesuaikan dengan input dan out put pada relay. Untuk input di ambil dari keluran dari jalur yang telah di putus, dan output relay diambil dari normally Closed (NO).
k. gambar relay setelah selesei proses wiring
5. Wiring
a. Wiring mainboard
Yaitu proses pemutusan jalur pada layout di mainboard kemudian di sambung dengan kabel ribon rainbow dan di hubungkan ke relay pada bagian Common dan Normally Closed. Jadi dalam keadaan normal rangkaian tersebut bekerja sebagaimana mestinya, dan jika di fault rangkaian tersebut akan terputus hingga terjadi gangguan pada jalur yang di putus tersebut. Seperti jika di fault pada bagian microkontroller maka terjadi gangguan pada cara kerja microkontroller sehingga layar menjadi gelap atau hitam.
b. wiring fault VGA port
yaitu proses pemutusan kabel VGA port untuk di sambungkan ke relay.
6. Setting panel AC socket dan switch
a. Wiring Kabel VGA Port.
Yaitu proses penyambunag kebel data ke DB 15 female ke male sesuai dengan tata letak warna nya. Karena masing-masing warna berperan penting dalam display data. Adapun standard warna untuk DB 15 adalah sebagai berikut:
pin 1 : warna hitam pin 11 : warna merah-hitam
pin 2 : warna cokelat pin 12 : warna biru-hitam
pin 3 : warna merah pin 13 : warna putih-hitam
pin 4 : warna orange pin 14 : warna pink
pin 5 : warna kuning pin 15 : warna hijau-hitam
pin 6 : warna hijau
pin 7 : warna biru
pin 8 : warna ungu
pin 9 : warna abu-abu
pin 10 : warna putih
b. Wiring AC Socket ke Travo
yaitu proses penyambungan kabel dari AC socket ke travo sesuai letak yang telah di tentukan. Pemasangan ini bertujuan untuk merubah arus Ac yang bretegangan tinggi ke arus AC yang bertegangan rendah.
c.Wiring Mainboard ke Relay
yaitu proses penyambungan kabel dari mainboard LCD monitor ke relay. Bagian yang di wiring adalah mainboard untuk test point dan untuk fault.
d. Wiring Ulang Kabel Data
yaitu proses penyambungan ulam\ng kabel data dari main \board bear ke mainboard kecil dengan tujuan untuk mempermudah penghubungan data.
7. Pemotongan flexi untuk cover depan, belakang, dan tutup block diagram
Setelah flexi di potong kemudian dilakukan proses lanjutan hingga flexi tersebut siap digunakan. Adapun proses pada flexi adalah sebagai berikut:
a. Tahap pengamplasan
untuk membersihkan sisi-sisi flexi yang glass yang sudah dipotong maka dilakukan pengamplasan hingga setiap bagian sisi-sisi nya menjadi bersih dan halus.
b. Tahap pengkilapan
proses ini bertujuan untuk mengkilapkan bagian sisi-sisi flexi yang telah diamplas dengan menggunakan pasta autosol sebagai pengkilap.
c. Bending atau pembengkokan flexi untuk cover
untuk menutupi cover LCD maka flexi perlu di bengkok kan atau di bending dengan ukuran base yang tersedia. Adapun langkah-langkah pembengkokan flexi adalah sebagai berikut:
1. Hidupkan mesin pemanas (Hitter)
2. Setelah elemen pada mesin telah panas, letakan flexi di atas mesin tersebut hingga permukaan yang akan di tekuk menjadi lunak.
3. Kemudian buatlah mal sesuai sudut yang diinginkan.
4. Setelah mal selesai kemudian letakan flexi yang telah dipanaskan, lalu tekuk dengan perlahan hingga tidak merusak permukaan flexi.
5. Kemudian tunggu beberapa menit hingga flexi menjadi dingin dan telah membentuk sudut sesuai yang diinginkan.
d. Setting handle dan magnet untuk tutup base
a. Setting handle
yaitu proses pemasangan alumanium pada penutup block diagram LCD monitor trainer yang berguna sebagai tempat pegangan agar mudah untuk di buka dan ditutup.
b. Setting magnet
yaitu proses pemasangan magnet di bagian bawah cover yang berfungsi sebagai perekat hingga cover tidak goyah pada saat di angkat atau di bawa.
8. Finishing
Finishing yaitu tahap akhir dari suatu pekerjaan yang di lakukan apabila semua proses pembuatan telah selesai di kerjakan dan telah siap untuk di gunakan. Finishing di bagi 4 tahap yaitu:
a. Tahap pembersihan
Yaitu membersihkan seluruh bagian trainer dari semua debu dan kotoran yang menempel selama proses pembuatan berlangsung. Pembersihan biasa nya menggunakan kain lap, clean dan pasta autosol.
b. Tes produksi
Trainer yang telah bersih kemudian di uji coba oleh teknisi untuk mengetahui kualitas trainer dan memastikan trainer bahwa trainer tersebut bekerja sebagai mana mestinya dan layak untuk di kirim. Pengetesan tersebut meliputi test point dan test fault.
c. Proses Quality Control (QC)
Pengetesan yang telah di lakukan oleh teknisi, kemudian di lanjuti oleh seorang QC yang telah berpengalaman dan ahli di bidang nya. Pengetasan tersebut juga meliputi tes fault, tes point, dan mengontrol keadaan trainer sebelum di kirim. Pengetesan ulang in bertujuan untuk memastikan kualitas trainer.
d. Packing
Yaitu proses pembukusan atau pengapackan barang ke dalam tempat yang telah tersedia.
e. Berikut adalah gambar trainer yang telah selesai dan siap untuk di packing
f. Pengiriman barang
Setelah trainer di packing dan di kemas dengan aman, maka trainer siap untuk di kirim sesuai dengan tempat tujuan. Setelah di letakan di dalam kardus, trainer kemudian di masukan ke dalam box yang terbuat dari papan agar barang yang di kirim.


0 Comments:
Post a Comment
<< Home